azanidianda.com

Dianda Azani, M.Psi., Psikolog

4 Jenis Pola Asuh Orang Tua

Pola Asuh Orang Tua

Pola asuh orang tua memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Pola asuh yang diterapkan dengan benar tentunya akan memberi dampak baik pada kepribadian anak atau sebaliknya. Inilah sebabnya setiap orang tua dan pasangan yang akan menikah harus memahami konsep yang berbeda tentang cara mendidik anak dan bagaimana hal itu berdampak pada anak mereka.

Macam-Macam Pola Asuh Orang Tua

Pola Asuh Orang Tua

Berikut beberapa macam pola asuh orang tua yang wajib kamu ketahui.

1. Pola Asuh Otoritatif

Pola asuh otoritatif, juga disebut sebagai pola asuh demokratis, adalah gaya pengasuhan yang memadukan otoritas dengan dukungan emosional dan keterlibatan aktif orang tua dalam kehidupan anak. Pola asuh ini juga mengutamakan komunikasi dua arah yang efektif antara orang tua dan anak, yang memungkinkan mereka untuk saling memahami dan bekerja sama untuk membangun nilai-nilai dan perilaku yang baik.

Orang tua yang menerapkan pola asuh otoritatif sangat menyadari kebutuhan dan keinginan anak. Orang tua yang menerapkan metode ini selalu terbuka untuk mendengarkan pendapat anak, memahami apa yang mereka rasakan, dan menyediakan kebutuhan anak sesuai dengan keadaan dan perkembangan anak. Anak juga memiliki hak untuk didengarkan dan dihormati.

Baca juga: Mendampingi anak dengan disleksia untuk belajar dan bersosialisasi

2. Pola Asuh Otoriter

Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter sering kali merasa tidak dihargai dan tidak memiliki banyak ruang untuk berekspresi. Akibatnya, mereka dapat menjadi pasif, takut untuk mengambil inisiatif, dan kurang percaya diri. Untuk mengatasi hal ini, orang tua dapat mengubah cara mereka mendidik anak mereka dengan menjadi lebih terbuka dan responsif.

Ini mencakup membiarkan orang tua dan anak berbicara satu sama lain secara bebas, memberikan penjelasan yang jelas dan pemahaman tentang aturan dan konsekuensinya, membuat batasan yang wajar, mendorong anak untuk menjadi diri mereka sendiri, dan memberikan dukungan dan pujian untuk perilaku yang baik. Orang tua dapat menggunakan metode ini untuk membuat lingkungan yang lebih mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan anak mereka.

Baca juga: Masalah emosi pada anak dengan isu tumbuh kembang

3. Pola Asuh Permisif

Pola asuh permisif cenderung mengutamakan kenyamanan anak tetapi juga rentan terhadap keinginan mereka, dapat diubah untuk membantu anak berkembang lebih baik. Menetapkan batasan yang jelas dan konsisten, memberikan tugas sehari-hari kepada anak-anak, dan membangun keterampilan komunikasi yang sehat adalah beberapa hal yang dapat dilakukan.

Orang tua juga harus memberikan dukungan emosional yang kuat, melibatkan anak dalam pengambilan keputusan, dan memberikan perhatian yang cukup terhadap pendidikan anak-anak. Dengan cara ini, pola asuh permisif dapat diubah menjadi strategi yang mengimbangi kenyamanan anak dan pembelajaran tanggung jawab.

Baca juga: School Based Therapy Bermanfaat Bagi Siswa

4. Pola Asuh Neglectful

Pola asuh neglectful, juga disebut sebagai pola asuh acuh tak acuh disebabkan oleh orang tua yang tidak memberikan perhatian dan keterlibatan yang cukup kepada anak-anak mereka. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini seringkali tidak menetapkan batasan yang jelas atau konsekuensi bagi anak-anak mereka, dan mereka seringkali tidak memperhatikan kebutuhan fisik, emosional, atau psikologis anak-anak mereka.

Selain itu, mereka tidak berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka, tidak berkomunikasi secara teratur, tidak menghadiri acara sekolah, atau bahkan tidak tertarik untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dalam kehidupan anak-anak mereka.

Pola asuh neglectful dapat memiliki dampak serius pada perkembangan anak-anak, seperti masalah emosional, kesulitan dalam membentuk hubungan yang sehat, atau bahkan masalah perilaku. Untuk membantu anak-anak yang diperlakukan dengan pola asuh neglectful, intervensi dan dukungan yang tepat sangat penting, termasuk kerja sama dengan pekerja sosial, konselor, atau profesional kesehatan mental, serta pendidikan orang tua atau dukungan untuk membantu orang tua memahami pentingnya keterlibatan positif terhadap anak-anak mereka.

Gaya pengasuhan yang paling banyak direkomendasikan adalah jenis pola asuh otoritatif. Pasalnya, anak-anak yang memiliki orang tua berwibawa (otoritatif), kemungkinan besar bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan dapat mengungkapkan pendapat serta perasaan mereka secara baik.

Baca juga: Pendidikan Inklusif: Sebuah Langkah Demokrasi dalam Dunia Pendidikan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *