azanidianda.com

Dianda Azani, M.Psi., Psikolog

Moody atau Emosi Labil pada Remaja, Wajar Kah? Bagaimana Cara Menanganinya?

MOODY

Remaja seringkali mengalami fluktuasi emosi atau mood yang cepat dan intens. Fenomena ini, yang sering disebut sebagai moody atau emosi labil, merupakan bagian dari proses pertumbuhan. Namun, penting untuk memahami kapan hal ini wajar dan kapan memerlukan perhatian lebih.

Remaja dengan emosi labil mengalami perubahan mood yang cepat dan sering, yang biasanya disebabkan oleh perubahan hormon, tekanan sosial, dan kesulitan dalam proses pencarian identitas.

Faktor Penyebab Moody

MOODY

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan emosi labil pada remaja meliputi:

1. Perubahan Hormonal

Remaja mengalami perubahan hormonal yang signifikan selama pubertas, termasuk peningkatan hormon seperti estrogen dan testosteron. Perubahan ini sering menyebabkan perubahan mood yang cepat dan tidak terduga, membuat remaja merasa senang pada satu saat dan sedih atau marah pada saat lain.

2. Tekanan Sosial

Remaja sering mengalami perbandingan diri yang tidak realistis dan perasaan tidak mampu memenuhi standar yang dianggap ideal karena tekanan untuk menyesuaikan diri dengan norma dan ekspektasi yang ditetapkan oleh teman sebaya mereka dan media sosial. Mereka juga mungkin merasa perlu untuk terlihat atau bertindak dengan cara tertentu untuk diterima, yang dapat menyebabkan stres dan ketidakstabilan emosi.

3. Konflik Internal

Remaja adalah waktu di mana seseorang berusaha untuk menemukan diri mereka sendiri dan mencapai tujuan hidup mereka. Internal konflik tentang masalah seperti nilai-nilai pribadi, orientasi seksual, dan aspirasi karir dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian. 

Pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang diri sendiri dan tempat mereka di dunia seringkali menyertai proses ini, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan emosi.

Baca juga: Jenis-jenis Kesulitan Belajar dan Penyebabnya

Kapan Harus Menjadi Perhatian

MOODY

Meskipun emosi labil sering terjadi pada remaja, ada beberapa tanda yang menunjukkan kebutuhan untuk mendapatkan bantuan, seperti:

1. Perubahan Mood yang Sangat Ekstrim

Remaja mungkin menunjukkan masalah emosional yang lebih dalam jika mereka mengalami perubahan mood yang cepat dan tidak terkendali, seperti cepat berubah dari sangat bahagia menjadi sangat sedih atau marah. Perubahan mood yang cepat dan tidak terkendali, terutama jika terjadi berulang kali, dapat menunjukkan kondisi seperti gangguan mood, gangguan kecemasan, atau masalah kesehatan mental lainnya.

2. Emosi Labil Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Jika perubahan mood remaja mulai mengganggu pekerjaan sekolah mereka, hubungan mereka dengan teman dan keluarga, atau aktivitas sehari-hari lainnya. Misalnya, remaja mungkin mulai menolak untuk pergi ke sekolah, mengalami penurunan prestasi akademik, atau menarik diri dari kegiatan sosial yang biasanya mereka nikmati.

3. Perilaku Merusak Diri atau Pikiran tentang Kekerasan

Remaja menunjukkan tanda-tanda serius yang memerlukan perhatian segera. Tanda-tanda ini termasuk perilaku merusak diri, seperti melukai diri sendiri, atau pikiran tentang menyakiti diri sendiri atau orang lain. 

Pikiran atau tindakan kekerasan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, dapat menjadi gejala masalah kesehatan mental yang serius dan sering memerlukan intervensi dari seorang profesional kesehatan mental.

Baca juga: Mengenal Disleksia, Penyebab dan Cara Penanganannya

Strategi Saat Kamu Moody

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu remaja mengelola emosi labilnya, antara lain:

  • Komunikasi Terbuka: Mendorong remaja untuk berbicara tentang perasaan mereka.
  • Aktivitas Fisik: Olahraga teratur dapat membantu menstabilkan mood.
  • Pengaturan Waktu Tidur: Tidur yang cukup dan teratur penting untuk kesehatan emosional.
  • Teknik Relaksasi: Praktik seperti meditasi dan yoga dapat membantu mengurangi stres.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional

MOODY

Ketika emosi tampaknya melebihi apa yang bisa diatasi sendiri atau oleh dukungan keluarga dan teman, atau ketika ada tanda-tanda perilaku berbahaya, mencari bantuan profesional menjadi langkah penting. Berikut adalah beberapa situasi khusus yang menunjukkan bahwa intervensi profesional sangat penting:

1. Ketidakmampuan Mengatasi Emosi

Jika anda tampak kewalahan oleh emosi mereka dan kesulitan mengatasi perasaan sedih, cemas, atau marah, meskipun telah mencoba berbagai cara. Waktu yang tepat untuk mencari bantuan. Seorang profesional dapat membantu mereka memahami dan mengelola emosi mereka dengan lebih efektif.

2. Perubahan Signifikan dalam Perilaku atau Kinerja

Jika ada penurunan signifikan dalam kinerja akademik, perubahan dalam pola tidur atau makan, penarikan dari aktivitas sosial, atau perubahan lain dalam perilaku sehari-hari, ini bisa menunjukkan adanya masalah yang lebih dalam.

3. Perilaku Merusak Diri atau Pikiran Bunuh Diri

Jika remaja menunjukkan perilaku merusak diri, seperti melukai diri sendiri, atau berbicara tentang pikiran bunuh diri, ini adalah tanda serius yang memerlukan bantuan profesional segera. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa remaja mungkin tidak dapat mengatasi perasaan mereka dengan aman.

4. Ketidakmampuan untuk Berfungsi Secara Normal

Jika emosi labil telah mencapai titik di mana remaja tidak dapat melakukan rutinitas sehari-hari atau berpartisipasi dalam kegiatan yang biasanya mereka nikmati, ini mungkin menandakan perlunya dukungan eksternal.

Moody pada remaja adalah hal yang wajar sebagai bagian dari proses pertumbuhan. Namun, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memahami kapan harus memberikan dukungan tambahan dan kapan perlu mencari bantuan profesional. Dengan pendekatan yang tepat, remaja dapat belajar mengelola emosi mereka secara efektif.

Baca juga: Mengenal Anxiety, Penyebab Bagaimana Mengatasinya

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *